TERMOKIMIA

Sabtu, 05 Mei 2012


Eksoterm dan endoterm merupakan 2 jenis reaksi termokimia. Yang pertama marilah kita mengetahui lebih dalam lagi apakah yang dimaksud dengan eksoterm dan endoterm menurut bahasa kimianya.
Reaksi Eksoterm merupakan reaksi kimia dengan system melepaskan kalor kelingkungannya.pada reaksi eksoterm, suhu campuran reaksi akan naik dan energy potensial dari zat-zat kimia yang bersangkutan akan turun.reaksi eksoterm ada yang terjadi secara alami dan ada yang terjadi secara buatan.
Reaksi endoterm merupakan reaksi kimia dengan system menyerap kalor dari lingkungannya.pada reaksi ini, terjadi kenaikan energy potensial zat-zat yang bereaksi atau terjadi penurunan energy kinetic sehingga suhu system turun.
Prinsip dasar calorimeter adalah kalor atau perubahan entalpi (∆H) suatu reaksi kimia dengan menggunakan alat yang disebut calorimeter. Perhitungan entalpi reaksi berkaitan dengan kapsitas panas dan kalor jenis.
Kapasitas kalor jenis (C) adalah jumlah panas yang diperlukan untuk mengubah suhu suatu benda sebesar 1 . Kapasitas panas bersifat akstensif yang berarti bahwa bergantung pada ukuran zat. Misalnya, kapasitas panas 1 g air=4,18 j/ dangkan kapasitas panas 100 g air = 418 j/ .
Kalor jenis ( C ) adalah jumlah panas yang diperlukan untuk meningkatkan suhu 1 g zat sebesar 1 . Panas spesifik bersifat intensif ( jumlahnya tidak bergantung pada ukuran zat). Misalnya panas spesifiknya air 4,18 J.g-1 , sedangkan panas spesifiknya besi hanya 0,452 J.g-1. -1 . berarti, jumlah panas yang dapat diperlukan untuk memanaskan besi 1 g sebesar 1 lebih sedikit dari pana air.

0 komentar:

Posting Komentar